Pada tanggal 21 Agustus 2023, mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Borneo Lestari bergandengan tangan dengan anggota PKK Desa dalam sebuah inisiatif peduli lingkungan yang penuh makna. Mereka berbaur dalam sebuah kegiatan penanaman tanaman obat keluarga (Toga) di Kebun PKK Rt 03, Desa Tanah Abang. Kegiatan ini memiliki tujuan ganda, yaitu memenuhi kebutuhan alam bagi kehidupan sehari-hari dan mengatasi masalah kesehatan dengan cara yang tradisional dan berkelanjutan.
Kegiatan penanaman Toga ini bukan hanya sekadar menanam tanaman, melainkan juga merupakan upaya konkret untuk memelihara dan melestarikan tumbuhan obat yang memiliki manfaat medis. Berbagai jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, temulawak, dan daun sirih ditanam dengan penuh semangat oleh mahasiswa KKN Borneo Lestari dan anggota PKK Desa. Lokasi kegiatan ini dipilih dengan cermat karena Kebun PKK Rt 03 memiliki potensi besar dalam mendukung kebutuhan akan tanaman obat keluarga.

Penanaman Toga bukan hanya tentang tanam-menanam saja. Selama kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan edukasi kepada anggota PKK Desa tentang pentingnya penggunaan tanaman obat keluarga, cara menanam, merawat, dan memanfaatkannya. Informasi tentang manfaat kesehatan dari setiap jenis tanaman yang ditanam pun disampaikan dengan penuh antusiasme. Kunci dari keberhasilan kegiatan ini adalah partisipasi aktif masyarakat, terutama PKK Desa, dalam menjaga keberlanjutan kebun obat yang baru saja diciptakan.
Setelah selesai, PKK Desa akan mengambil alih tanggung jawab pemeliharaan dan pengelolaan kebun ini. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan kearifan lokal dan mengoptimalkan sumber daya alam yang ada. Inisiatif ini bukan hanya langkah nyata dalam melestarikan kearifan lokal, tetapi juga dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Dalam sebuah seremoni khusus, mahasiswa KKN kemudian menyerahkan hasil penanaman Toga kepada Ibu Indri sebagai perwakilan dari kader PKK Desa Tanah Abang. Hal ini menjadi simbol kerjasama yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat lokal dalam menjaga alam dan kesehatan bersama-sama.